Marrakech – Maroko Eksotisme 3 benua di negara Maghrib I

Maroko, Negara yang terletak di Afrika Utara dengan ibukota Rabbat (dulu sempet ibukotanya Casablanca) dan bersebrangan dengan benua Eropa.

Sebelum menginjakan kaki di negara ini sih sempet kepikiran kalo lokasi ini bakalan tandus dan sepi (intinya kurang seru), paling sisanya…eksotisme safari Afrikanya.

Apalagi tujuannya adalah Marrakech (Marakesh), ditempuh dalam waktu 2,5 jam kalau lewat darat dan 45 menit lewat udara ini dari kota Casablanca (mirip2 antara Bandung-Jakarta gitu deh)..wahh udah pasti kurang seru…pada dasarnya aja saya yang ga banyak tau tentang kota ini…

Ternyata WOWW!!, kota ini menawarkan eksotisme yang dinamis, percampuran 3 benua, Afrika-Arab-Eropa. Bagaimana tidak, Maroko Negara Afrika yang pernah  masuk pada negara pendudukan masa kekhalifahan dan menjadi jajahan Perancis cukup lama. Jadi ga heran kalo pengaruh dari Timur Tengah dan Eropa begitu kental terasa di kota ini.

Perjalanan yang melelahkan selama kurang lebih 14 jam dari Indonesia ke Maroko, ga berasa….Marrakech langsung menyambut dengan keindahannya yang memukau dan keramahan para petugas di Bandara Internasional “Marrakech – Menara” dan pastinya cuaca yang cukup dingin (karena saat itu emang bulan September).

Marrakech, yang bisa berarti “Tanah Tuhan” atau juga dikenal dengan nama “Red City” terbagi dua bagian, kota lama yang biasa disebut ‘Medina’ dan kota baru yang biasa disebut ‘Gueliz’. Bagian Medina merupakan kota lama yang memang didirikan oleh Kesultanan Al Murabitun kira2 1000 thn yang lalu, dikelilingi oleh benteng dan Gueliz merupakan kota dengan tatanan yang bergaya Eropa dan didirikan oleh kolonial Perancis pada awal abad 20, sebagai daerah pengembangan dari Medina. Kedua bagian kota ini merepresentasikan dua karakter yang berbeda, kota lama merepresentasikan kehidupan tradisional dan bangunan2 bersejarah masa kesultanan Islam yang masih terjaga, dan kota baru merepresentasikan kehidupan kota yang bergaya Eropa dengan tata kota yang modern dan taman2 yang indah. Tidak heran kalo bahasa yang dipakai sebagai bahasa nasionalnya pun Maroko memakai 2 bahasa, Arab dan Perancis. Dan wajar kiranya Maroko, terutama Marrakech ini jadi salah satu tujuan favorit orang2 Perancis pada saat liburan.

Uniknya, semua bangunan di kota ini warnanya musti seragam, warna merah tanah (yang cenderung peach tua) gitu…kalo ada yang berani beda warna…sanksi berat!! tapi itulah, kota ini jadi punya ciri khas tersendiri, belum lagi kalo semua bangunan di kota ini juga tingginya ga boleh lebih dari tingginya Katoubia Minaret Mosque (Menara Mesjid Katoubia) yang emang jadi landmark kota Marrakech ini.

Kemanapun saya jalan di Marrakech ini, kamera ga pernah saya lepas, sayang banget dong…banyak banget objeknya..dari landscape, cityscape, human interest, arsitektural..dll…banyak banget!! mana lagi cuaca bagus dan langitnya yang cerah dan biru….beneran deh…hunting foto di Marrakech bisa abis puluhan GB…hehehehehe…

Marrakech ini bener-bener kota wisata, gimana tidak..kondisi ini bisa dilihat dari banyaknya turis yang berlalu-lalang, baik di Medina atau di Gueliz, malah tiap hari pada pagi hari rombongan2 turis memakai mobil2 bus, minibus atau bahkan off road berangkat menuju daerah wisata touring disekitar Marrakech, tidak jarang malah tujuannya adalah touring ke Gurun Sahara….bikin tambah penasaran aja nih…

Belum lagi yang menjelajahi tiap sudut kota Marrakech yang dipenuhi oleh lokasi  populer yang menarik. Peninggalan2 bersejarah dan suasana kota yang terjaga ke-khas-annya di kota lama dan keindahan serta suasana modernnya di kota baru, meski pun begitu, hanya ada 1 mal di kota Marrakech ini, tradisi belanja di pasar (souks) tradisional masih terjaga dan itu membuat pasar tradisional di Marrakech dipenuhi oleh penduduk lokal dan turis yang berbelanja, dan yang pasti, harganya cukup bersahabat untuk kantong orang Indonesia deh.

Yang ngebagi 2 antara bagian kota lama dan kota baru Marrakech adalah, sebuah benteng, benteng ini sendiri dibangun oleh kesultanan Al Murabitun, benteng ini lah yang membagi Marrakech menjadi dua bagian, kota lama (Medina) yang dibangun jaman kesultanan dan kota baru (Gueliz) kota pengembangan oleh kolonial Perancis. Banyak sekali lokasi yang wajib dikunjungi di Medina ini, beberapa yang sempat dikunjungi seperti :

Palais de Jardin, Palais el Bahia, Katoubia Minaret, Souks…dan yang pasti banget…Djema el Fna….sebenernya masih banyak banget sih tapi karena waktunya yang terbatas, jadi cuman tempat2 ini doang yang sempet saya kunjungi…

Buat bahasan dari lokasi2 tersebut ntar saya sambung lagi deh…:D

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: