via Makassar ke Bili-Bili

Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, sebuah kota besar di Indonesia Timur, terkenal dengan bangsa bugisnya dan punya sejarah perlawanan pada penjajah yang kuat dan juga punya sejarah monarki kerajaan Gowa yang terkenal, salah satu pusat penyebaran agama Islam nusantara.

Setelah pembicaraan dan persiapan yang cukup singkat, pada Desember 2008 itu akhirnya pergi juga menuju kota “Anging Mamiri”, perjalanan yang cukup melelahkan, dari Bandung jam 3 siang menuju bandara Soekarno Hatta Jakarta, meeting point ketemu team yang lain di bandara dan persiapan. Penerbangan jam 7 malem sampe bandara Sultan Hassanudin jam 9 malem.

Ga berlama-lama di Makassar, kita berangkat menuju base camp di desa Parang loe,Bili-bili. Kurang lebih 1 jam dari kota Makassar lewat Sunggu minasa Gowa, sampe lah kita di desa Parang loe, Bili-bili. Daerah Bili-bili ini terkenal dengan adanya danau bendungan Bili-bili (kurang lebih seluas danau bendungan Cirata Jawa Barat). Yang pasti, rambutan dari daerah ini terkenal enak dan renyah.

Jalur yang melewati Bili-bili ini adalah jalur menuju kawasan wisata Malino yang terletak di kawasan tinggi di bawah kaki gunung Bawakaraeng.

Sementara di kota Makassarnya sendiri lokasi hunting yang dikunjungi ; lapangan Karebosi, lapangan yang terletak di jantung kota Makassar, Pantai Losari, Benteng Rotterdam di pinggir pantai Losari. Karena ga bisa lama-lama di kota Makassarnya, jadi eksplorasi hunting fotonya cuman bentar2 doang dan seadanya…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s