Runa : sebuah puisi-fotografis (2nd chapter)

VIBRASI SEBUAH JIWA

Kusapa, tak bicara
Kupandangi pun tak menyapa
Hanya saat ku raba kau bicara
Dengan tangan dan kulit mu

Tapi tak apa,
Bahkan dengan getaran yang kau kirim pun
Hatiku tertawa
Bahkan saking senangnya
Tanpa sadar aku berurai air mata

Tidak hanya sekali,
Ketika kau tertawa
Mataku berkaca
Mensyukuri senyummu…
Ya, hanya untuk itu saja

Kau bukan hanya sekedar belahan jiwa
Tapi hulu dan muara
Begitulah kau tercipta dari sang Maha
Sebagai makna dan warna

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: