Hamparan Karang di Cilaut Eureun -Sayang Heulang-

Garut Selatan Photo Expedition I
Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk

Sebuah rangkaian perjalanan telah ditetapkan, hari itu tanggal 24 di bulan Juni 2011 saya akan meluncur dengan tujuan Pameungpeuk Garut Selatan, tepatnya ke pantai Sayang Heulang – pantai Santolo dan pantai Sancang. Pikiran, hati dan adrenalin saya telah pergi duluan ke lokasi2 tersebut, jauh hari sebelum tanggal keberangkatan tiba.

Durasi 3 hari itu bener2 membuat saya cukup gelisah bercampur bahagia, terbayang sebuah petualangan yang eksotis telah menanti di depan mata, pikiran saya udah sibuk mencoba memvisualisasikan apa yang akan ditangkap oleh kamera saya….hmmm..si Canon 30D ini akhirnya kembali ikut serta dalam penjelajahan kecil (backpacking) yang akan saya tempuh ke lokasi yang telah sering saya dengar, hanya saja belum bertemu waktu yang tepat untuk pergi menghampirinya.

Perjalanan 6 jam itu emang ada sedikit kendala, tapi keinginan yang telah begitu kuat membuat kendala itu berasa tak berarti. Malam saya berangkat dari Bandung, melewati kota Garut yang telah pulas tertidur dan Gunung Gelap yang semakin gelap. Sebelum memasuki daerah Gunung Gelap, dalam keadaan malam yang kian larut, satu suguhan keindahan terhampar dan ‘memaksa’ untuk berhenti sejenak dan mengarahkan kamera ke atas langit malam yang jernih dan dipenuhi oleh bintang berharap dapat merekam star trail di atas perkebunan teh Cikajang….bbrrrr…dinginnya cukup bikin kaca mobil berembun luar-dalam dan bikin jaket yang tadinya masih terbuka langsung dikancingkan rapat.

Tak berlama-lama di lokasi perkebunan, perjalanan langsung diteruskan menuju Pameungpeuk. Memasuki daerah Cisompet sampai dengan Pameungpeuk, jalanan yang tadinya mulus berubah menjadi berlubang dan bergelombang (mentang2 mau memasuki daerah pantai, jalannya pun ikut bergelombang :D).

Persis adzan subuh akhirnya perjalanan panjang itu berakhir di bibir pantai Sayang Heulang, masih ada waktu sejenak untuk pejamkan mata dan meluruskan badan yang dari tadi terus tergoncang-goncang akibat buruknya jalan menuju Pameungpeuk. Setelah shalat subuh dan semburat pagi telah mulai muncul, persiapan untuk hunting foto di pantai Sayang Heulang pun dimulai.

Setelah muncul cahaya pagi, panorama indah pantai Sayang Heulang langsung memanjakan mata dan lensa….hehehe…pantai ini juga dikenal dengan sebutan “Cilaut Eureun”, dalam bahasa Indonesia artinya “Air laut yang berhenti”, maksudnya ‘berhenti’ mungkin karena hamparan karang yang luas dan panjang sampai ke tengah laut dimana ombak besar samudra Hindia pecah di tengah menghantam karang, dan air laut hanya sedikit memasuki bibir pantai melalui hamparan karang, dan itupun dangkal, paling setinggi mata kaki (kalau lagi surut), jadi orang2 bisa pergi jalan ke tengah pantai untuk berhadapan dengan ombak yang pecah menghantam karang. Kalau dilihat sepintas sih, seakan-akan berjalan mengapung diatas air…..keren!!

Meski pantai Sayang Heulang ini punya karakter yang unik, tapi relatif masih sepi dari pengunjung dibanding pantai Pangandaran, padahal secara waktu tempuh (dari Bandung) relatif lebih sebentar ketimbang ke Pangandaran, hanya saja di pantai Sayang Heulang ini pengunjung tidak bisa berenang, paling hanya bermain air dan menikmati keindahan pantai dan hamparan batu karang yang luas. Bahkan di in season liburan aja hanya beberapa orang dan sedikit rombongan (itupun rombongan sekitaran Garut) yang datang ke pantai ini.

Selain hamparan karang yang luas, kita bisa mengunjungi pulau yang dihubungkan oleh jembatan gantung dari bibir pantai. Pulau ini mempunyai dua muka, ke pantai Sayang Heulang yang berbatu dan ke pantai Santolo yang berpasir putih.

Menuju pantai Santolo dari pantai Sayang Heulang ini memakan waktu paling lama 10 menit bila menyusur pantai, paling nyebrang muara pake perahu nelayan (getek) dan langsung sampai ke lokasi berlabuhnya para perahu nelayan di muara pantai Santolo yang berdekatan dengan lokasi TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Santolo yang menyediakan beragam jenis ikan laut, dari yang kecil sampai yang besar…siapa tau ada yang berminat untuk bikin barbaque ikan pari???😀

ditempuh : 25 Juni 2011, bersama Photology Eksplore Bandung

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s