Digital Smart Camera, fenomena fotografi di era teknologi

Teknologi di fotografi emang berkembang sangat pesat, bahkan lebih dari yang pernah terpikirkan, bayangin aja, tahun 90an mana kepikir kalo editing foto bisa langsung dikerjain di dalem kameranya sendiri…ISO yang bisa nyampe puluhan ribu…ato bahkan preset (fiture ‘image picture) yang ampe belasan…auto fokus yang secara pintar bisa mengikuti warna ato objek yang bergerak secara cepat….intinya, kamera sekarang -nyaris- tidak memungkin adanya sebuah gambar yang gagal!

Belakangan ini pabrikan ngeluarin masing-masing ‘smart camera‘nya…dengan keunggulan yang variatif, kualitas gambar yang bening, nyaris sempurna dan teknologi yang luar biasa canggih…mungkin buat para analoger (apalagi yang udah berkutat denga fotografi dari th 90 ke bawah) akan geleng-geleng kepala.

Anyone can shoot…itu jargon fotografi yang sekarang sering terdengar, seolah tidak perlu sebuah keahlian khusus buat jadi seorang fotografer. Tidak butuh puluhan rol film yang akan dikorbankan buat belajar motret.

Revolusi besar dalam dunia fotografi memang sedang terjadi..dengan banyaknya keluar produk ‘smart camera‘ sekarang ini, mungkin pemikiran tentang fotografi itu sendiri pun musti ikut berubah..software fotografi yang bisa memanipulasi foto aja bila dipake orang yang mahir bisa ngehasilin gambar yang luar biasa, sekarang didukung oleh perangkat smart camera yang seolah diimplankan ke dalamnya software tersebut…itu sih sama aja dengan komputer mini yang bisa motret…hehe

Perubahan pemikiran pun termasuk dalam area ‘sense‘ yang kaitannya erat dengan skill dari fotografi itu sendiri…mungkin beberapa tahun kebelakang untuk menjadi seorang fotografer dibutuhkan ‘sense of photography‘ yang kuat dan terasah (melalui jam terbang dan puluhan rol yang dikorbankan tersebut). Tapi sekarang dengan maraknya ‘smart camera‘,  tampaknya untuk menjadi seorang fotografer hanya dibutuhkan ‘sense of composition‘…karena bila memakai smart camera ini, kita tinggal cari komposisi yang enak, atur preset dan klik…biarkan kamera yang proses gambarnya…pengalaman saya sih tingkat kegagalannya hanya 10%…ga perlu ribet ngatur speed, diafragma, fokus ato secara globalnya pencahayaan…see, mudah kan?

Luar biasanya lagi, sistem ‘smart camera‘ ini tidak hanya dibenamkan di kamera poket saja, tapi udah masuk juga ke kamera amatir-hobi dan pro. Jelas, dengan munculnya ‘smart camera‘ ini banyak pihak dimudahkan, meski tetap saja bagi para penganut fotografi konvensional bukannya tanpa perdebatan.

Sedikit kekhawatiran yang muncul adalah, apa mungkin dengan kemunculannya ‘smart camera‘ ini akan menghilangkan sense fotografer akan kreatifitas dan kepekaannya pada cahaya?? atao kemudian skill itu sangat bergantung pada gear kamera yang dipakenya??………entahlah…mudah2an tidak……….

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: